Pendusta


Setiap dosa disadari atau tidak, pasti akan berakibat kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

Pun demikian dengan dusta, ia membawa kesengsaraan di duin berupa dijauhkannya keberkahan hidup, dijauhkannya dari petunjuk dan akibat-akibat lainnya. Sementara di akhirat, dusta akan membawanya menuju ke neraka.

"Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta." (QS. Ghofir : 28).

"Maka laknat Allah atas orang-orang yang dusta." (QS. Ali Imran : 61).

Bisa jadi orang yang berdusta akan mendapatkan secuil kenikmatan dunia. Jika ia seorang pejabat, diumbarlah janji-janji jika dirinya menang. Mulai dari sembako murah, bahan bakar murah serta janji-janji lainnya. Tetapi saat kedudukan didapat, janji itu hanya tinggal kenangan tanpa realisasi. Maka saat kedudukan ia tinggalkan, semua orang akan mencela dan bahkan menghina akibat dusta yang dilakukannya.

Dusta merupakan asal segara keburukan. Sebaliknya, kejujuran adalah pangkal segala kebaikan.

Seorang mukmin bisa saga penakut atau kikir. Tetapi tidak diperbolehkan seorang mukmin berbuat dan berkata dusta.

Rasulullah SAW bersabda Salam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Shafwan bin Sulaim, bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah.

"Apakah ada orang mukmin yang penakut?"

Nabi menjawab, "Ada!"

Kemudian beliau ditanya lagi, "Apakah ada orang mukmin yang pembohong?"

Beliau menjawab, "Tidak ada!"

(HR. Imam Malik)

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Yang Maha Kuat untuk bisa menghindari dan menjauhi dusta.

#Management
#LifeManagement
#PeopleDevelopment
#AmazingPeople
#RabbaniOptima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar