Fenomena Pelecehan Terhadap Islam


Penghinaan, pelecehan (istihza') dan stigmatisasi terhadap pilar-pilar simbol kehormatan Islam bermunculan di berbagai macam media.

Seperti pelecehan terhadap bendera dan panji-panji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertuliskan kalimat Tauhid, Mushaf Al-Qur’an, stigmatisasi istilah-istilah syar’i seperti istilah khilafah, jihad, hijrah, aurat, bai’at dan sebagainya. 

Orang Islam yang berusaha beragama sesuai dengan ajaran Islam, disebut radikal, intolerant, tidak cinta NKRI dan berbagai sebutan tak elok lainnya.

Aksi penghinaan terhadap Islam tidak pernah kering dari pemberitaan di media-media. Tak hanya dari orang kafir, pelecehan juga sering muncul dari orang Islam itu sendiri. Berbagai macam modus dan cara digunakan untuk melecehkan Islam.

Munculnya penghinaan terhadap agama Islam tentu memiliki motivasi atau faktor latar belakangnya.

Menurut Syaikh Muhammad bin Sa’id al-Qahtoni, setidaknya ada enam faktor seseorang terjerumus ke dalam perilaku istihza’ini, yakni:

#Pertama, benci dan dengki terhadap kandungan nilai-nilai agama.

#Kedua, celaan atau balas dendam terhadap pelaku kebaikan.

#Ketiga, bercanda yang berlebihan dan ingin menertawakan orang lain.

#Keempat, sombong dan merendahkan orang lain.

#Kelima, taqlid buta terhadap musuh-musuh Allah.

#Keenam, cinta harta yang berlebihan sehingga dia akan mencarinya dengan cara apapun.

Sejatinya seluruh faktor diatas tidak akan muncul dari pribadi orang beriman. Karena pada dasarnya sikap peremehan atau penghinaan terhadap syi’ar-syi’ar Islam hanya akan muncul dari hati orang munafik saja.

Sikap istihza' sangat bertentangan dengan prinsip keimanan.

"Demi Allah, tidaklah Rasulullah Shalallohu ‘Alaihi Wa sallam membalas sesuatu yang ditujukan kepada dirinya, kecuali ketika kehormatan agama Allah SWT dilanggar, maka Beliau pun marah semata-mata karena Allah.” (HR. Bukhari)

Bukalah lembaran Sirah Rasul, maka kita akan dapati kemaafan diberikan Rasul untuk sesuatu yang berkaitan dengan diri beliau, baik hinaan, celaan, lemparan batu dan lain sebagainya.

Akan tetapi ketika menyangkut kehormatan agama (Islam) maka beliau mengajarkan kepada kita untuk menunjukkan kemarahan, supaya tidak ada seorang pun yang mencoba bertindak semena-mena terhadap agama ini.

Dan nampaknya zaman yang disinyalir Nabi sekian abad yang lalu, telah mulai menampakan wujudnya. 

"Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya (Islam) seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran dan keistiqomahan untuk senantiasa berpegang teguh dan melaksanakan Islam, sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallohu ‘Alaihi Wa sallam hingga akhir hayat kita. 

Beruntunglah mereka-mereka yang sabra dan beristiqomah!
Allah bersama orang-orang yang sabar dan istiqomah!!


1 komentar: