Studi : Menyusui Kurangi Risiko Stroke


Menyusui bukan hanya bermanfaat untuk bayi, tetapi juga ibu. Penelitian terbaru di Journal of American Heart Association menyebutkan menyusui mengurangi risiko stroke.

"Beberapa penelitian terdahulu telah melaporkan menyusui mengurangi risiko kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes tipe-2 pada ibu. Temuan terbaru kami menunjukkan menyusui mengurangi risiko ibu terkena penyakit jantung dan kardiovaskular lainnya," kata penulis utama studi dari University of Kansas School of Medicine-Wichita, Lisette T Jacobson, dilansir dari Science Daily, Selasa (4/9).

Peneliti menganalisis data 80.191 partisipan dalam studi nasional, Women's Health Initiative. Partisipan yang merupakan wanita dalam penelitian ini setidaknya pernah melahirkan satu kali dan 58 persen dan 51 persen memberi ASI eksklusif hingga enam bulan.

Sisanya 22 persen menyusui sampai bayi berusia satu tahun, dan 27 persen menyusui sampai 13 bulan. Usia rata-rata peserta adalah 63,7 tahun. Setelah menyesuaikan faktor risiko stroke, seperti usia dan riwayat keluarga, peneliti menemukan rata-rata ibu menyusui 23 persen lebih rendah terkena stroke. Lama usia menyusui juga mengurangi faktor risiko lebih besar.

"Jika Anda sedang hamil, pertimbangkan menyusui langsung setelah melahirkan, setidaknya enam bulan pertama demi manfaat optimal bagi Anda dan bayi," kata Jacobson.

Perlu diperhatikan, studi ini masih bersifat observasional. Para ahli belum menelusuri kaitan lebih ilmiah antara menyusui dan berkurangnya risiko stroke.

Selain itu, menyusui dinilai hanya satu dari banyak faktor melindungi tubuh dari stroke. Faktor lainnya termasuk olah raga cukup, makan makanan sehat, tidak merokok, menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap dalam kisaran normal.


----


Manfaat Menyusui Bagi Ibu
Menyusui merupakan salah satu cara pemenuhan nutrisi bayi yang baru lahir. Dengan memberi ASI saja selama minimal enam bulan, hal ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi, membantu perkembangan tubuh dan otak serta memberikan imunitas yang bertahan lama hingga seorang anak beranjak dewasa. Namun, tidak hanya itu, manfaat menyusui pada ibu juga tak kalah banyak, dan bisa bertahan jangka panjang.

Meskipun menyusui adalah hal yang dianjurkan, tidak semua ibu dapat memberikan ASI karena adanya beberapa halangan baik pada kondisi ibu maupun bayi, seperti jika bayi lahir prematur. Menyusui juga dapat dipandang sebagai suatu pilihan yang bergantung pada keputusan ibu bayi. Namun berikut beberapa manfaat menyusui yang dapat diperoleh seorang ibu.

1. Membantu membakar lemak tubuh setelah melahirkan
Kenaikan berat badan merupakan hal yang normal dialami ibu hamil. Ketika hamil, tubuh menyimpan cadangan makanan dalam bentuk lemak lebih banyak. Kenaikan berat badan juga dapat disebabkan terjadinya perubahan pola makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan bayi. Namun tidak hanya pemenuhan nutrisi saat masa kehamilan, kenaikan berat badan juga dipersiapkan untuk proses menyusui setelah melahirkan.

Dengan menyusui, tubuh ibu akan membakar kalori lebih banyak dari biasanya atau sekitar 480 kalori per hari selama menyusui. Hal ini juga dapat mengatasi kelebihan lemak di sekitar perut setelah melalui proses kehamilan.

Suatu studi menunjukkan, ibu yang menyusui mengalami pengurangan lemak dan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang memberikan susu formula kepada anaknya. Lemak di sekitar perut itu sendiri merupakan bentuk sindrom metabolik yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes pada perempuan, terutama setelah memasuki usia menopause.
2. Mendorong pelepasan hormon baik
Proses menyusui memicu tubuh ibu untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berperan sebagai pemicu relaksasi dan juga mencegah sel telur untuk ovulasi dalam beberapa waktu sehingga siklus menstruasi dapat tertunda untuk sementara. Sedangkan oksitosin berperan sebagai pemicu kedekatan antara ibu dan bayi. Selain itu, oksitosin juga membantu rahim untuk kembali ke ukuran normal pasca melahirkan, dan hal ini diperlukan untuk mencegah perdarahan postpartum.
3. Menjaga kesehatan Jantung

Suatu studi yang dirilis pada tahun 2010 menunjukkan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskuler. Sebaliknya, risiko penyakit tersebut lebih banyak ditemukan pada ibu yang tidak menyusui lebih dari tiga bulan.

Salah satu penjelasan hal tersebut adalah pemberian ASI dapat menurunkan kadar kolesterol trigliserida yang mengalami kenaikan yang akibat perubahan pola makan dan kenaikan badan saat kehamilan. Ibu yang menyusui juga cenderung memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang lebih tinggi saat menyusui. Proses menyusui juga dapat menurunkan tekanan darah karena dapat mengahsilkan rasa ketenangan dari hormon oksitosin yang juga berperan dalam mengendalikan stres.
3. Menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium
Proses menyusui diketahui dapat menurunkan dua jenis kanker, yaitu kanker payudara dan kanker ovarium. Manfaat menyusui terhadap perlindungan daru kanker payudara sudah banyak dibuktikan oleh penelitian, bahkan dalam suatu studi, penyakit kanker payudara yang bersifat diturunkan dalam keluarga juga mengalami penurunan risiko ketika seorang wanita menyusui.

Meskipun demikian, mekanisme terkait hal tersebut belum dapat diketahui secara pasti. Terdapat kemungkinan hal tersebut berkaitan dengan kondisi hormonal seorang perempuan di mana berhentinya siklus menstruasi pasca melahirkan dapat menurunkan kadar estrogen berlebih dan menurunkan risiko kanker payudara.

Sedangkan pada kanker ovarium, manfaat menyusui berkaitan dengan peningkatan daya tahan tubuh terhadap munculnya sel kanker. Menyusui dapat memicu infeksi kecil yang dikenal sebagai mastitis. Infeksi ini tersebut berperan menguatkan daya tahan tubuh dengan kemunculan antibodi yang dapat mencegah timbulnya sel tumor di masa mendatang. Perempuan yang tidak menyusui tidak akan memiliki antibodi tersebut dan lebih berisiko untuk mengalami kanker ovarium. Beberapa studi juga telah menunjukan bahwa kanker ovarium lebih banyak ditemukan pada perempuan yang tidak pernah menyusui.

Semoga manfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar