Piyungan Bakal Jadi Silicon Valley-nya Indonesia


Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mempersiapkan lahan di Piyungan, Bantul sebagai kawasan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK). KLIK Piyungan rencananya akan dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tempat ini digadang-gadang bakalan jadi Silicon Valley-nya Indonesia. Meniru kawasan lembah silikon di Amerika Serikat yang menjadi pusat teknologi dunia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo mengatakan kawasan KLIK Piyungan diarahkan khusus untuk pengembangan industri kreatif seperti fesyen, kuliner, animasi, kerajinan dan perfilman. Oleh sebab itulah, dengan percaya diri ia menyebut kawasan itu akan jadi Sillicon Valley versi Indonesia. Terlebih, ucapnya, Indeks Pembangun Manusia (IPM) DIY terbaik kedua di negeri ini. Jadi wacana tersebut bukan tidak mungkin bisa terwujud.

Silicon Valley adalah julukan yang merujuk pada sebuah kawasan di selatan Teluk San Fransisco di California Utara, Amerika Serikat. Wilayah tersebut, merupakan rumah bagi perusahaan-perusahaan papan atas bidang teknologi seperti Google, Apple, dan Facebook serta menjadi pusat pengembangan teknologi di dunia.

Budi melanjutkan, yang jadi fokus pengembangan adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), bukan perusahaan besar. Sebab, Di DIY ada sekitar 524.395 UMKM dan itu mendominasi pertumbuhan ekonomi sebesar 98,4% karena itulah UMKM yang jadi fokus utama.

Dirinya mengungkapkan, saat ini Pemda DIY tengah berusaha untuk menyelesaikan proses perizinan, agar KLIK Piyungan bisa segera diimplementasikan. “Ini sudah kami tata. Izin-izin sudah kami koordinasikan dengan Pemkab Bantul. Mudah-mudahan izin bisa cepat keluar, sehingga pada tanggal 12 Maret 2018, Presiden bisa mencanangkan bahwa DIY punya industri yang langsung konstruksi,” kata Budi di Kompleks Kepatihan DIY, Rabu (21/2/2018).

KLIK Piyungan dicanangkan akan berlokasi di lahan seluas 335 hektare. Piyungan sendiri memang sudah dideklarasikan sebagai kawasan industri, tapi hingga kini belum beroperasi seperti yang diharapkan.

Budi menerangkan, keberadaan kawasan KLIK dibutuhkan untuk menarik minat para investor. Menurutnya, mendatangkan penanam modal cukup penting, karena dana APBD yang dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat hanya 15% saja. “Di luar itu ya, harus investasi. Tidak bisa tidak.”

Nantinya kawasan ini akan dikelola oleh pihak ketiga. Budi berujar, sudah ada dua investor yang sudah masuk, yakni PT. Jogja Isti Parama dan PT. IGP. Karena Jogja Istiparama merupakan pemegang kawasan, maka nantinya perusahaan itulah yang bertugas memasarkannya ke investor-investor lain.

sumber : Solopos dan Jogja Tribun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar