e-Lun, Kampung Wirausaha ala Kota Batu


Pesatnya perkembangan pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, direspons sebagian warganya dengan melaunching kampung wirausaha.

Warga Kelurahan Sisir Kota Batu yang berada di timur Alun-Alun membuat kampung wirausaha yang diberi nama e-Lun atau etan Alun-Alun. Juru bicara Kampung Wirausaha e-Lun Kota Batu, Rahmad Panca Pamungkas, mengatakan kampung wirausaha tersebut melibatkan banyak warga.

“Warga yang berada di pinggir jalan menggelar dagangan dengan cara display.Sedangkan produsen kebanyakan adalah warga yang berada di dalam gang,” kata Panca, Minggu (5/4/2015). 

Sementara ini sebanyak 65 warga yang terlibat secara langsung dalam kampung wirausaha tersebut. Sebagai tahap awal display dagangan berada di sepanjang Jalan Kawi Kota Batu dan buka setiap Minggu.

Menurutnya inti dari dibentuknya e-Lun sebagai upaya warga untuk menyalurkan minat di bidang wirausaha sekaligus dalam rangka meningkatkan ekonomi keluarga. “Juga untuk mengurangi angka pengangguran dan menciptakan wirausaha yang handal,” jelas dia. Kebaradaan e-Lun juga sebagai wujud partisipasi masyarakat terhadap perkembangan Kota Batu khususnya di bidang pariwisata serta sebagai upaya untuk memupuk kebersamaan dan solidaritas warga. 

Dalam kampung wirausaha itu warga menggelar beragam dagangan aneka kebutuhan mulai dari makanan minuman (mamin), sandang dan oleh-oleh khas kota wisata Batu. “Bahkan warga yang berjualan batu akik juga ikut meramaikan kampung wirausaha,” ujarnya. 

Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo, merespons positif inisiatif warga dengan mendirikan kampung wirausaha. Dengan adanya kampung wirausaha tersebut diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga. 

“Mayoritas usaha yang ada di masyarakat saat ini adalah UMKM. Harapannya kampung wirausaha ini juga bisa diikuti oleh warga Batu lainnya,” ujarnya. Dian Fachroni, Lurah Sisir Kota Batu, mengatakan dengan adanya kampung wirausaha tersebut mengindikasikan jika warga tidak ingin menjadi penonton di kampungnya sendiri. “Selama ini masyarakat yang berada di timur Alun-alun hanya bisa menonton keramaian di seputar Alun-alun Kota Batu. Bahkan warga juga terkena dampak kemacetan lalu-lintas. Tidak jarang depan rumah mereka hanya menjadi tempat parkir wisatawan,” sambung Dian. 

Kampung wirausaha tersebut menjadi jawaban bagi warga dalam melihat peluang usaha dan bukan sekadar sebagai penonton atas kemajuan pariwisata di Kota Batu, dengan menjadikan kampung mereka sebagai destinasi wisata belanja.

Sumber : bisnis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar