Ridwan Kamil, Sosok Government Entrepreneur dari Bandung


Sebagai bagian dari misi besarnya untuk membuat Bandung sebagai kota yang paling bahagia dan manusiawi di Indonesia, wali kota Bandung Ridwan Kamil (43) juga bercita-cita mendirikan technopolis di wilayahnya. Konsep technopolis sendiri itu mirip dengan Singapura, yang memungkinkan warga menggunakan kartu cerdas untuk mengakses berbagai layanan dan transportasi publik. Berbagai aplikasi spesifik dalam kota juga akan diciptakan untuk itu.

Berlatar belakang arsitektur dan perencanaan perkotaan, Ridwan yang kerap disapa Emil ini mengatakan bahwa teknologi informasi dan digital membuat risiko tindak korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi lebih rendah. Penggunaan teknologi informasi dan digital yang tepat guna dapat membantu mewujudkan transparansi dalam pemerintahan yang Ridwan jalankan, sebuah misi yang ia juga ingin realisasikan di Bandung.

Sebelum menjadi pejabat publik seperti sekarang, Ridwan Kamil lebih dikenal sebagai seorang entrepreneur dan arsitek. Urbane adalah bisnis yang ia dirikan bersama rekan-rekannya di tahun 2004. Nama besar Urbane tidak hanya dikenal di tanah air tetapi sampai ke mancanegara. Mereka terlibat dalam proyek-proyek real estate mewah di luar negeri, misalnyaSyria Al-Noor Ecopolis (Suriah) dan Suzhou Financial District (Tiongkok). 

Tim Urbane yag diperkuat sejumlah profesional muda dengan ide-ide inovatif dalam menciptakan berbagai solusi terhadap problem desain lingkungan dan perkotaan. Tak hanya giat di sisi komersial, Urbane turut merintis proyek nirlaba Urbane Project Community, dengan mengedepankan visi dan misi membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan sumbangsih dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Ridwan adalah sekelompok kecil politisi muda yang mencoba menggeser dominasi oligarki dengan memangkas jalur birokrasi ala Indonesia yang dikenal berbelit-belit dan tidak efisien. Ia juga tidak segan menelurkan konsep dan gagasan inovatif demi memodernisasikan kota yang ia kelola.

Agar hal ini bisa terwujud, Ridwan dan jajarannya bekerja  keras untuk menarik para investor potensial seperti perusahaan-perusahaan tekologi dan pelaku industri kreatif agar bersedia datang dan menanamkan modal ke Bandung.

Salah satu yang sudah ia wujudkan ialah sebuah pusat komando operasional kota Bandung, sebuah konsep yang ia dapatkan dari film Start Trek. Dari sana, wali kota yang juga giat di jejaring sosial itu bisa memantau jalannya pemerintahan di Bandung dengan lebih terorganisir dan efisien, seperti Kapten Kirk yang menjalankan USS Enterprise mengarungi ruang angkasa.

Pria pendiri komunitas pertanian perkotaan Indonesia Berkebun itu menempuh sejumlah langkah yang inovatif dalam menjalankan perannya sebagai pejabat publik. Meskipun sempat mendapatkan cibiran dan kritikan, Ridwan menggagas pemasangan hotspot/ jaringan Internet nirkabel di sejumlah masjid di kota Bandung untuk menarik generasi muda agar mau menghabiskan waktu di masjid daripada di tempat-tempat lain.

Ridwan yang aktif di Instagram dan Twitter itu juga menggagas ide pendirian sebuah skywalk yang mirip dengan High Line Park di New York City, AS. Di sana, warga bisa menikmati hamparan vegetasi hijau asli lokal di atap datar bangunan beton dan menikmati pemandangan lansekap kota yang sangat menakjubkan di malam hari. Ide itu serasi dengan passion Ridwan dalam bidang cocok tanam di wilayah perkotaan yang sempat membuatnya dikenal oleh masyarakat luas sebelum kemudian menjadi pejabat.

Government entrepreneur dengan mindset non-konformis ini juga berhasil menambah ruang hijau terbuka di kota berpenduduk 2,5 juta jiwa itu, agar warganya bisa berolahraga secara gratis. Taman-taman dibuka untuk memperindah dan menambah kapasitas ‘paru-paru kota’. Seperti Jakarta beberapa dekade lalu, Bandung juga mulai dirundung masalah lingkungan hidup seperti polusi lingkungan yang makin parah, kemacetan yang terus mencekik dan sampah yang hampir tidak tertangani.

Untuk mencegah kemacetan agar tidak separah Jakarta, Ridwan memiliki strategi perbaikan saran transportasi umum. Moda transportasi yang dikembangkannya yaitu cable car dan monorail (masih dalam pengembangan). Bagi warga yang lebih suka berolahraga, ia juga menyuguhkan alternatif:program peminjaman sepeda. Program itu menjadi yang pertama di tanah air.

Keberpihakan lulusan University of California itu pada kelompok masyarakat ekonomi lemah ditunjukkan dengan memberdayakan koperasi dan ekonomi kerakyatan. Misalnya, baru-baru ini ia mengajukan ide layanan pesan antar sembako bagi para buruh dan masyarakat kecil melalui koperasi. Harganya bisa lebih murah dari minimarket atau warung, ujarnya. “Saya mau mencari entrepreneur yang dapat mengambil keuntungan ini dengan jalan pengiriman ke komunitas.”

Agar masyarakat Bandung mampu mandiri dan lebih produktif, Ridwan membangun sejumlah pusat-pusat kegiatan kreatif di titik-titik permukiman kumuh.  

Kerja keras Kang Emil dan pemerintahannya tidak sia-sia. Bandung berhasil memperbaiki peringkatnya dalam hal tingkat livability (kelayakan untuk ditinggali) dalam skala nasional hingga menduduki ranking tujuh sejak ia menduduki posisi wali kota tahun 2013. [CE]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar